Blog akbar

SEJARAH SISTEM OPERASI LINUX

SEJARAH SISTEM OPERASI LINUX
II.1 Sejarah Linux
Nama Linux (Linus MINIX) merupakan kombinasi unik antara nama penciptanya dan nama sistem operasi yang menjadi targetnya (UNIX). Semuanya berawal dari sebuah sistem operasi bernama Minix. Minix dibuat oleh Profesor Andrew Tanenbaum.
Minix adalah sistem operasi mirip UNIX yang bekerja pada PC. Torvald adalah salah seorang mahasiswa di Universitas Helsinki yang menggunakan Minix. Walaupun cukup bagus, ia belum menganggap Minix memadai. Kemudian pada tahun 1991 ia membuat sistem operasi yang merupakan clone UNIX, yang diberi nama Linux.
Seperti halnya Minix, Linux tidak menggunakan kode apa pun dari vendor UNIX komersial, sehingga Torvalds mendistribusikan linux di internet secara bebas dan gratis. Pada Oktober 5 1991, Torvalds mengeposkan sistem operasinya di newsgroup comp.os.minix. Ia mengumumkan bahwa source code Linux tersedia dan meminta bantuan programmer-programmer lain untuk ikut mengembangkannya. Ketika itu Linux masih setengah matang, sistem operasi ini hanya bisa menjalankan sedikit perintah UNIX, seperti bash, gcc dan gnu-make.
Saat Linux 1.0 diluncurkan pada 1994, sistem operasi ini telah cukup stabil dan memiliki banyak feature, seperti preemptive multitasking (kemampuan untuk membagi sumber daya CPU untuk banyak aplikasi) dan symmetric multiprocessing (kemampuan untuk membagi tugas di antara banyak CPU). Linux bahkan memiliki maskotnya sendiri yang oleh torvalds dijeaskan sebagai “seekor penguin yang menggemaskan dan ramah, yang kekenyangan setelah makan banyak ikan hering”.
Pada 1996, tim pengembangan Linux yang ada diseluruh dunia mulai memberikan hasilnya. Tahun itu mereka telah membuat versi Linux untuk sejumlah versi hardware, dari Atari ST sampai Macintosh. Linux terus berkembang pesat, utamanya karena ada sejumlah distributor (seperti RedHat, Caldera, dsb) yang berkompetisi untuk berebut pangsa pasar. Oleh karena itu dibentuk kelompok bernama Linux Standard Base. Kelompok ini bekerja untuk memastikan bahwa beragam distribusi Linux yang ada tetap bias menjalankan aplikasi yang sama dan saling berinteroperasi.
Konsep keterbukaan kode terbuka (open source) memang telah dibudayakan sejak awal oleh Linus Torvald, sehingga hal itu memudahkan para programmer lain itu memberikan usulan dan kreasinya dalam memperindah Linux.
Open Source yang dimaksud dalam dunia Linux berarti program aplikasi komputer yang telah dibuat selain dapat diperoleh software-nya sendiri juga dapat diperoleh bentuk kode aslinya, sehingga dapat digunakan tidak hanya oleh pembuat software sendiri tetapi juga oleh pihak lain. Jadi kesan awal bahwa Linux begitu sukar dan memiliki aplikasi tidak lengkap menjadi kurang relevan pada saat ini mengingat sekarang ini sistem operasi Linux menawarkan berbagai macam fasilitas dan keragaman yang dapat dipilih secara bebas dan gratis oleh para pengguna komputer.
Bahkan pengguna komputer dapat memilih suatu distribusi Linux yang sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi komputernya dengan harapan kinerja komputer tersebut dapat lebih maksimal dan cepat. Bagi pengguna pemula atau pengguna sistem operasi Windows tentunya akan dibingungkan dengan istilah distro atau distribusi.
Ditambah lagi kehadiran dari distribusi tersebut yang beraneka ragam dan dapat digunakan dengan bebas serta dapat dikatakan gratis. Selain itu dapat dikatakan bahwa hampir seluruh distro tersebut tergolong sama canggihnya dan didalamnya telah dilengkapi dengan aplikasi yang canggih juga. Walaupun, tidak semua dari distro tersebut cocok dan sesuai dengan kebutuhan serta perilaku pemakai komputer. Dengan kata lain beberapa distro tertentu memiliki tingkat kemudahan yang hampir sama dengan Windows sedangkan disisi lain ada beberapa distro yang terasa masih sulit digunakan oleh pemula.
Menurut sumber dari “The GNU General Public License (http://www.gnu.org/copyleft/gpl.txt)” yang diterjemahkan secara bebas, Linux memiliki sifat lisensi GPL atau GNU General Public License, atau sering disebut dengan copyleft sebagai lawan dari copyright. Lisensi GPL memberikan kebebasan kepada source code untuk dimodifikasi dan redistribusi atau memasyarakatkan kembali.
Lisensi ini sebenarnya melewati prosedur pendaftaran hak cipta pertama kalinya, tujuannya ialah untuk menghidari kemungkinan seseorang mengambil alih kendali terhadap perangkat lunak tersebut. Kemudian setelah itu software tersebut dibebaskan asal membuka source code atau kode asalnya dibebaskan untuk umum.
Lisensi ini dicetuskan oleh Richard Stallman, yang sering kali dituduh sebagai seorang Sosialis yang menentang komersialisasi. Richard Stallman telah membuktikan bahwa dirinya adalah seorang idealis yang berkeyakinan bahwa hak seorang programmer ialah untuk berbagi (share) kode tanpa dibatasi aturan-aturan yang tidak perlu (artificial). GPL juga sering diperpanjang menjadi Guaranted Public for Life, mengingat tidak adanya larangan dalam memperbanyak atau melakukan redistribusi. Selain Linux sistem operasi BSD juga mempergunakan lisensi yang semacam ini.
II.2 Desain Linux
Linux merupakan sistem operasi bertipe Unix modular. Linux memiliki banyak disain yang berasal dari disain dasar Unix yang dikembangkan dalam kurun waktu 1970an hingga 1980an.
Linux menggunakan sebuah kernel monolitik, kernel Linux yang menangani kontrol proses, jaringan, periferal dan pengaksesan sistem berkas. Device driver telah terintegrasi ke dalam kernel. Banyak fungsi-fungsi tingkat tinggi di Linux ditangani oleh proyek-proyek terpisah yang berintegrasi dengan kernel. Userland GNU merupakan sebuah bagian penting dari sistem Linux yang menyediakan shell dan peralatan-peralatan yang menangani banyak fungsi-fungsi dasar sistem operasi. Di atas kernel, peralatan-peralatan ini membentuk sebuah sistem Linux lengkap dengan sebuah antarmuka pengguna grafis yang dapat digunakan, umumnya berjalan di atas X Window System.
Linux dapat dikendalikan oleh satu atau lebih antarmuka baris perintah (command line interface atau CLI) berbasis teks, antarmuka pengguna grafis (graphical user interface atau GUI, yang umumnya merupakan konfigurasi bawaan untuk versi desktop).
Pada komputer meja, GNOME, KDE dan Xfce merupakan antarmuka pengguna yang paling populer, walaupun terdapat sejumlah varian antarmuka pengguna. Antarmuka pengguna yang paling populer berjalan di atas X Window System (X), yang menyediakan transparansi jaringan yang memperolehkan sebuah aplikasi grafis berjalan di atas satu mesin tetapi ditampilkan dan dikontrol di mesin yang lain.
GUI yang lain memiliki X window manager seperti FVWM, Enlightenment, Fluxbox dan Window Maker. Manajer jendela menyediakan kontrol untuk penempatan dan penampilan dari jendela-jendela aplikasi individual serta interaksi dengan sistem jendela X.
Sebuah sistem Linux umumnya menyediakan sebuah antarmuka baris perintah lewat sebuah shell, yang merupakan cara tradisional untuk berinteraksi dengan sebuah sistem Unix. Sebuah distro Linux yang dikhususkan untuk lingkungan peladen mungkin hanya memiliki CLI sebagai satu-satunya antarmuka. Sebuah sistem yang tidak memiliki monitor hanya dapat dikontrol melalui baris perintah lewat protokol seperti SSH atau telnet.
Kebanyakan komponen tingkat rendah Linux, termasuk GNU Userland, menggunakan CLI secara ekslusif. CLI cocok untuk digunakan pada lingkungan otomasi tugas-tugas yang repetitif atau tertunda, dan menyediakan komunikasi interproses yang sangat sederhana. Sebuah program emulator terminal grafis sering digunakan untuk mengakses CLI dari sebuah Linux desktop.
Perbedaan utama antara Linux dan sistem operasi populer lainnya terletak pada kernel Linux dan komponen-komponennya yang bebas dan terbuka. Linux bukan satu-satunya sistem operasi dalam kategori tersebut, walaupun demikian Linux adalah contoh terbaik dan terbanyak digunakan. Beberapa lisensi perangkat lunak bebas dan sumber terbuka berdasarkan prinsip-prinsip copyleft, sebuah konsep yang menganut prinsip: karya yang dihasilkan dari bagian copyleft harus juga merupakan copyleft.
Lisensi perangkat lunak bebas yang paling umum, GNU GPL, adalah sebuah bentuk copyleft, dan digunakan oleh kernel Linux dan komponen-komponen dari proyek GNU.
Sistem Linux berkaitan erat dengan standar-standar POSIX, SUS, ISO dan ANSI. Akan tetapi, baru distribusi LinuxFT saja yang mendapatkan sertifikasi POSIX.1. Proyek-proyek perangkat lunak bebas, walaupun dikembangkan dalam bentuk kolaborasi, sering dirilis secara terpisah. Akan tetapi, dikarenakan lisensi-lisensi perangkat lunak bebas secara eksplisit mengijinkan distribusi ulang, terdapat proyek-proyek yang bertujuan untuk mengumpulkan perangkat lunak tersebut dan menjadikannya tersedia dalam waktu bersamaan dalam suatu bentuk yang dinamakan distribusi Linux.
Linux adalah sistem operasi yang diporting secara luas. Kernel Linux awalnya didisain hanya untuk mikroprosesor Intel 80386, sekarang kernel Linux telah jalan di beragam arsitektur komputer antara lain di perangkat handheld iPAQ berbasis ARM, komputer mainframe IBM System z9, dari peralatan berupa telepon bergerak hingga superkomputer. Terdapat distribusi yang dikhususkan untuk sejumlah kecil arsitektur. Fork kernel ELKS dapat dijalankan di mikroprosesor 16bit Intel 8086 atau Intel 80286, sementara fork kernel μClinux dapat dijalankan di atas sistem yang tidak memiliki sebuah unit manajemen memori.
GNU adalah singkatan dari GNU’s Not Unix. Disebabkan utiliti-utiliti dari proyek sistem operasi bebas GNU tanpa ini sistem Linux tidak akan menyerupai sistem Unix dalam perspektif pengguna Richard Stallman dari GNU/FSF memohon agar kombinasi sistem (proyek GNU dan kernel Linux), disebut sebagai “GNU/Linux”. Pengguna distribusi Linux dari proyek Debian lebih cenderung menggunakan nama tersebut. Kebanyakan pengguna lebih mudah menggunakan istilah “Linux”.
II.3 Sejarah Pemasyarakatan Linux di Indonesia
Era 1980-an merupakan akhir dari zaman keemasan komputer mini — komputer yang tidak secanggih “main-frame”, namun setiap sistem terdiri dari bongkahan besar. Nama-nama besar pada zaman tersebut, seperti “DEC – Digital Equipment Corp.”, “DG — Data General”, “HP — Hewlett Packard”, “Honeywell — Bull”, “Prime”, dan beberapa nama lainnya. Setiap komputer mini ini, dijalankan dengan sistem operasi tersendiri. Setiap sistem operasi ini tidak cocok (kompatibel) dengan sistem operasi dari sistem lainnya. Sebuah program yang dikembangkan pada sistem tertentu, belum tentu dengan mudah dapat dijalankan pada sistem lainnya.
Masalah ini mulai teratasi dengan sebuah sistem operasi yang lagi naik daun, yaitu UNIXTM. Sistem UNIX ini dapat dijalankan pada berbagai jenis komputer. Selain beroperasi pada komputer mini, UNIX pun dapat dioperasikan pada sebuah generasi komputer “super mikro”, yang berbasis prosesor 32 bit seperti Motorola MC68000. Ya: pada waktu itu, Motorola belum terkenal sebagai produser Hand Phone!
Sistem berbasis UNIX pertama di Universitas Indonesia (1983) ialah komputer “Dual 83/20″ dengan sistem operasi UNIX versi 7, memori 1 Mbyte, serta disk (8″) dengan kapasitas 20 Mbytes. Sistem tersebut tentunya sangat “terbatas” dibandingkan komputer zaman sekarang. Namun, penelitian dengan memanfaatkan komputer tersebut, menghasilkan puluhan sarjana S1 UI. Tema penelitian S1 pada saat tersebut berkisar dalam bidang jaringan komputer, seperti pengembangan email (PESAN), alih berkas (MIKAS), porting UUCP, X.25, LAN ethernet, network printer server, dan lainnya. Komputer “Dual 83/20″ ini, kemudian lebih dikenal dengan nama “INDOGTW” (Indonesian Gateway), karena pada akhir tahun 1980-an digunakan “dedicated email” server ke luar negeri. Sistem INDOGTW ini beroperasi non-stop 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
Fungsi riset sistem tersebut di atas, digantikan oleh komputer baru “INDOVAX”, yaitu DEC VAX-11/750 dengan sistem unix 4.X BSD dengan memori 2 Mbytes, serta disk 300 Mbytes. Pada waktu itu, sanga lazim menamakan satu-satunya VAX pada setiap institusi, dengan akhiran “VAX”. Contohnya: UCBVAX (Universitas Berkley), UNRVAX (Universitas Nevada Reno), DECVAX (DEC), ROSEVAX (Rosemount Inc), MCVAX (Amsterdam). Sistem ini pun kembali menghasilkan puluhan sarjana S1 UI untuk berbagai penelitian seperti rancangan VLSI, X.400, dan sejenisnya.
Untuk mewadahi para pengguna dan penggemar UNIX yang mulai berkembang ini, dibentuk sebuah Kelompok Pengguna Unix (Unix Users Group) yaitu INDONIX. Kelompok yang dimotori oleh bapak “Didik” Partono Rudiarto (kini pimpinan INIXINDO) ini melakukan pertemuan secara teratur setiap bulan. Setiap pertemuan ini akan diisi dengan ceramah kiat dan trik UNIX, serta sebuah diskusi/tanya-jawab.
Komputer mini — yang UNIX mau pun yang bukan — dominan hingga pertengahan tahun 1980-an. Komputer Personal (PC) masih sangat terbatas, baik kemampuannya, mau pun populasinya. Bahkan hingga akhir 1980-an, PC masih dapat dikatakan merupakan benda “langka” dan “mewah”. Semenjak pertengahan 1980-an, muncul sistem komputer “super-mikro” berbasis prosesor Motorola MC68000 dan sistem operasi Unix. Sejalan dengan ini, juga muncul PC/AT berbasis prosesor Intel 80286 dan 80386 dengan sistem operasi XENIX/SCO UNIX.
Kehadiran prosesor Intel 80286 (lalu 80386) telah mendorong pengembangan sistem operasi dengan nama “XENIX”. Harga sistem yang relatif murah, berakibat kenaikan populasi sistem Unix yang cukup signifikan di Indonesia. Aplikasi yang populer untuk sistem ini ialah sistem basis data Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Pada awalnya, setiap sistem operasi Unix dilengkapi dengan kode sumber (source code). Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk negara non-US (terutama non Eropa) akibat regulasi ekspor US. Sebagai alternatif Prof. Andrew S. Tanenbaum dari VU (Belanda) mengedarkan sebuah sistem Operasi sederhana dengan nama “MINIX” (Mini Unix). Titik berat arah pengembangan MINIX ialah sesederhana mungkin agar dapat dipelajari dengan mudah dalam satu semester. Program Studi Ilmu Komputer Universitas Indonesia, tercatat pernah membeli source code MINIX dua kali, yaitu versi 1.2 (1987) dan versi 1.5 (1999).
Sebagai penunjang mata kuliah Sistem Operasi, telah hadir MINIX (Mini Unix) yang bahkan dapat dijalankan pada PC biasa tanpa HardDisk! Namun, MINIX memiliki dua keterbatasan bawaan. Pertama, dititik-beratkan agar mudah dipelajari untuk keperluan pendidikan. Akibatnya, dengan sengaja tidak dibuat canggih dan rumit. Kedua, (pada awalnya) MINIX harus dibeli dengan harga lebih dari USD 100 per paket. Harga ini tidak dapat dikatakan murah bahkan untuk ukuran kantong mahasiswa di luar negeri. Namun, MINIX telah digunakan di Program Studi Ilmu Komputer Universitas Indonesia FUSILKOM UI, FakUltas ILmu KOMputer UI) sebagai bagian dari kuliah sistem operasi menjelang akhir tahun 1990an.
Besar kemungkinan, siapa pun pengguna MINIX saat itu (termasuk penulis), pernah memiliki angan-angan untuk merancang sebuah kernel “idaman” pengganti MINIX yang dapat — “dioprek”, “dipercanggih”, dan “didistribusikan” — secara bebas. Tidak heran, Linus B. Torvalds mendapat sambutan hangat ketika tahun 1991 mengumumkan kehadiran sebuah kernel “idaman” melalui buletin USENET News “comp.os.minix”. Kernel ini kemudian lebih dikenal dengan nama Linux. Namun, Linux tidak langsung mendapatkan perhatian di Universitas Indonesia.
Belum jelas, siapa yang pertama kali membawa Linux ke Indonesia. Namun, yang pertama kali mengumumkan secara publik (melalui milis pau-mikro) ialah Paulus Suryono Adisoemarta dari Texas, USA, yang secara akrab dipanggil Bung Yono. Ketika 1992, bung Yono berkunjung ke Indonesia membawa distro SoftLanding System (SLS) dalam beberapa keping disket. Kernel Linux pada distro tersebut masih revisi 0.9X (alpha testing), dengan kemampuan dukungan jaringan yang sangat terbatas. Pada awal tahun 1990-an, kisaran harga sebuah ethernet board ialah USD 500; padahal dengan kinerja yang jauh dibawah board yang sekarang biasa berharga USD 5.-. Dengan harga semahal itu, dapat dimaklumi, jika masih jarang ada pengembang LINUX yang berkesempatan untuk mengembangkan driver ethernet.
Perioda 1992-1994 merupakan masa yang vakum. Secara sporadis, terdengar ada yang mendiskusikan “Linux”, namun terbatas pada uji coba. Kernel Linux 1.0 keluar pada tahun 1994. Salah satu distro yang masuk ke Indonesia pada tahun tersebut ialah Slackware (kernel 1.0.8). Distro tersebut cukup lengkap dan stabil sehingga merangsang tumbuhnya sebuah komunitas GNU/ Linux di lingkungan Universitas Indonesia. Pada umumnya, PC menggunakan prosesor 386 dan 486, dengan memori antara 4-8 Mbytes, dan hardisk 40 – 100 Mbyte. Biasanya hardisk tersebut dibuat “dual boot”, yaitu dapat dalam mode DOS atau pun Linux.
Slackware menjadi populer dikalangan para mahasiswa UI, karena pada waktu itu merupakan satu-satunya distribusi yang ada. Banyak hal-hal baru yang “dioprek”/ “setup”. Umpama: yang pertama kali men-setup X11R4 Linux di UI ialah Ivan S. Chandra (1994).
Tahun 1994 merupakan tahun penuh berkah. Tiga penyelenggara Internet sekali gus mulai beroperasi: IPTEKnet, INDOnet, dan RADnet. Pada tahun berikutnya (1995), telah tercatat beberapa institusi/ organisasi mulai mengoperasikan GNU/Linux sebagai “production system”, seperti BPPT (mimo.bppt.go.id), IndoInternet (kakitiga.indo.net.id), Sustainable Development Network (www.sdn.or.id dan sangam.sdn.or.id), dan Universitas Indonesia (haur.cs.ui.ac.id). Umpamanya, Sustainable Development Network Indonesia (sekarang diubah menjadi Sustainable Debian Network) menggunakan distribusi Slackware (kernel 1.0.9) pada mesin 486 33Mhz, 16 Mbyte RAM, 1 Gbyte disk. Namun sekarang, situs tersebut numpang webhost di IndoInternet.
Kehadiran internet di Indonesia merangsang tumbuhnya sebuah industri baru, yang dimotori oleh para enterpreneur muda. Mengingat GNU/ Linux merupakan salah satu pendukung dari Industri baru tersebut, tidak dapat disangkal bahwa ini merupakan faktor yang cukup menentukan perkembangan GNU/Linux di Indonesia. Selama perioda 1995-1997, GNU/Linux secara perlahan mulai menyebar ke seluruh pelosok Indonesia. Bahkan krismon 1997 pun tidak dapat menghentikan penyebaran ini.

Perbedaan Antara Ubuntu, Kubuntu, Xubuntu, Edubuntu, dll


 
Waduh Judulnya panjang banget ya..?? Ya memang hari ini lagi semangat posting kali ya.. Kemarin saya sudah menyinggung sedikit tentang ubuntu dengan versi terbarunya kalo belum baca silahkan klik disini. Nah berhubung pada distro ubuntu memberikan banyak sekali pilihan produknya seperti ubuntu server, kubuntu, xubuntu, edubuntu, gobuntu, ubuntu mobile, ubuntu studio, ubuntu jeOS, dan Mythubuntu. Nah banyak banyakkan..??
Tentunya Ubuntu bukan sembarang membuat banyak sekali produknya karena dari masing-masing produk tersebut memiliki keunggulan dan fungsinya masing-masing. Berikut perbedaan dan fungsi masing-masing produk ubuntu tersebut menurut wiki.
Ubuntu server Varian sistem operasi Ubuntu untuk melayani kebutuhan komputasi skala server. Ubuntu server menyediakan platform yang terintegrasi dengan baik yang akan memudahkan anda melakukan deploy server dengan fasilitas layanan internet standar: mail, web, DNS, file-serving hingga manajemen database. Sebagai turunan dari distribusi Debian, karakter alami Ubuntu server yang diwariskan dari Debian adalah faktor keamanan (security). Ubuntu server tidak membiarkan keberadaan port yang terbuka setelah proses instalasi, dan hanya akan memuat software-software yang esensial dan dibutuhkan untuk membangun sebuah sistem server yang aman.
http://www.ubuntu.com/server
Kubuntu
Kubuntu adalah official derivative dari Ubuntu yang menggunakan KDE sebagai desktop environment, bukan GNOME sebagaimana yang digunakan Ubuntu. Selain perbedaan desktop environment tersebut, praktis tidak ada perbedaan yang berarti antara Ubuntu dengan Kubuntu. Keduanya bahkan berbagi software repository yang sama dan menuntut spesifikasi hardware yang tak terlalu berbeda.
Kubuntu tersedia untuk arsitektur PC 32-bit, 64-bit, dan Mac
Official site Kubuntu: http://www.kubuntu.org
Wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Kubuntu

Xubuntu
Sebagai official derivative Ubuntu yang menggunakan desktop environment Xfce, Xubuntu dirancang sebagai ?paket hemat? dari Ubuntu. Xubuntu ditujukan bagi pengguna yang memiliki spesifikasi hardware komputer yang lebih rendah, atau yang menginginkan kecepatan dan efisiensi lebih dengan spesifikasi hardware yang setara. Hal ini dimungkinkan karena desktop environment Xfce yang digunakan Xubuntu hanya merangkum aplikasi-aplikasi primer dari GNOME dan menyisihkan sebagian fungsi dan aplikasi yang kurang diperlukan atau yang memberatkan sistem.
Contoh cara penghematan daya komputasi yang dilakukan Xubuntu adalah dengan mengganti aplikasi pengolah kata OpenOffice.org writer dengan Abiword yang lebih ringan, atau meniadakan aplikasi spreadsheet standar OpenOffice Calc untuk digantikan dengan GNUmeric.
Xubuntu tersedia untuk PC 32-bit dan 64-bit. Spesifikasi hardware minimal adalah RAM 128 MB untuk menjalankan desktop CD, dan 192 MB untuk instalasi, serta ruang kosong harddisk minimal 1,5 GB (hanya separuh dari kebutuhan minimal Kubuntu)
Official site: http://www.xubuntu.org
Wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Xubuntu

Edubuntu
Edubuntu adalah officially supported derivative Ubuntu yang didesain secara khusus untuk keperluan pendidikan. Sesuai dengan tujuan penggunaannya, Edubuntu secara default memuat banyak perangkat lunak aplikasi untuk pendidikan meliputi GCompris, KDE Edutainment Suite, dan Schooltool calendar.
Edubuntu dikembangkan untuk membantu para guru dengan pengetahuan teknis dan skill komputer yang terbatas untuk membuat sebuah lab komputer atau menciptakan dan mengelola sebuah online learning environment.
Official site: http://www.edubuntu.org
Wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Edubuntu

Gobuntu
Gobuntu merupakan derivative Ubuntu yang ditujukan bagi para pengguna dengan level kemampuan sebagai developer dan pengembang sistem, yang berniat membuat sendiri distribusi free software berbasis Ubuntu. Sesuai dengan segmen pengguna yang disasarnya, pihak Ubuntu hanya menyediakan perangkat lunak open source non-restricted pada Gobuntu dan menyertakan full source untuk semua firmware, driver, dan aplikasi yang terinstall di dalamnya. Maksud dari disertakannya full source tersebut jelas, yakni memberi kesempatan bagi pengembang untuk melakukan modifikasi program dan meredistribusikan hasilnya.
Gobuntu menuntut spesifikasi hardware yang sama dengan Ubuntu (min. Kapasitas harddisk 4 GB), selain juga tersedia pada dua arsitektur, PC 32-bit dan 64-bit.
Pengguna pemula tidak disarankan untuk menggunakan Gobuntu, mengingat tingkat kesulitan dalam penggunaannya yang lebih tinggi, serta menuntut pengetahuan dan pemahaman lebih atas sistem operasi Linux.
Informasi lebih lanjut seputar Gobuntu:
http://www.ubuntu.com/products/whatisubuntu/gobuntu
Wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Gobuntu

Ubuntu Studio
Distribusi Ubuntu yang dirancang khusus untuk pengguna dari kalangan profesional dalam kreasi dan multimedia editing. Ubuntu studio menyertakan aplikasi-aplikasi multimedia open source secara built-in di dalam sistemnya, meliputi CinePaint, GIMP, Inskscape, Blender, PiTiVi, Kino, dan Ardour2 ? Multitrack recorder/editor.
Official site : http://ubuntustudio.org
Wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Ubuntu_Studio

Ubuntu JeOS
Ubuntu JeOS (baca: ?juice?) adalah sistem operasi yang memiliki konsep sebagai varian dari Ubuntu yang efisien dan dikonfigurasi untuk keperluan Virtual Appliances. Rilis pertama JeOS adalah Ubuntu JeOS 7.10 (Gutsy Gibbon) dan akan segera diikuti dengan rilis berikutnya, JeOS 8.04 (Hardy Heron). Spesifikasi tekni untuk Ubuntu JeOS antara lain:
Filesize: 151 MB ISO Image
Kernel 2.6.22
Dioptimalkan untuk VMWare ESX, VMWare Server
Arsitektur Intel atau AMD x86
Memori (RAM) minimum 128 MB
Informasi seputar Ubuntu JeOS:
http://www.ubuntu.com/products/whatisubuntu/serveredition/jeos
http://en.wikipedia.org/wiki/Ubuntu_JeOS

Mythbuntu
Mythbuntu adalah sistem kombinasi yang merupakan turunan dari Ubuntu dan MythTV. Mengikuti prinsip kerja yang digunakan KnoppMyth (Knoppix ? MythTV) dan MythDora (MythTV ? Fedora), Mythbuntu didesain untuk mempermudah instalasi MythTV pada perangkat home theater PC.
Official site: http://www.mythbuntu.org
Wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Mythbuntu

Ubuntu mobile edition
Versi portable sistem operasi Ubuntu untuk platform mobile internet devices. Ubuntu mobile edition merupakan sistem fully open source yang menjanjikan pengalaman mengesankan dalam menggunakan teknologi web 2.0 lewat perangkat mobile: web browsing, email, media, digital camera, VoIP, instant messaging, GPS, blogging, digital tv, games, contacts, dates/calendar, simple software updates ? dan seterusnya, dan seterusnya..
Informasi lebih lanjut tentang Ubuntu mobile edition, lihat di http://www.ubuntu.com/products/mobile, atau dapat pula anda download dokumen data sheetnya (format file PDF) di:
http://www.ubuntu.com/files/u1/ubu_mob_edition_A4_aw.pdf

Apa itu NTFS dan FAT?

Sebuah sistem file merupakan salah satu bagian dari sistem operasi yang menentukan bagaimana file diberi nama, disimpan, dan diorganisasikan dalam sebuah ruang/volume. Sebuah sistem file mengatur file – file dan folder – folder, dan informasi yang dibutuhkan untuk menempatkan dan mengakses item ini oleh local dan remote user. Microsoft Windows Server 2003 dan xp mendukung kedua sistem file baik NTFS maupun FAT.
NTFS membolehkan anda mendapatkan keuntungan maksimal untuk kebutuhan lingkungan bisnis perusahaan sehari -hari dari Windows Server 2003, seperti peningkatan keamanan, lebih sempurna dan performa yang meyakinkan, seperti halnya sebuah desain untuk peningkatan kapasitas besar, fitur – fitur yang tidak ditemukan di FAT.
Common NTFS Scenarios
Pada bagian ini menjelaskan sedikit skenario yang mana NTFS perlu digunakan sebagai sistem file dalam sebuah server yang menjalankan Windows Server 2003.
Lebih Handal
NTFS menggunakan informasi log file dan hasil pemeriksaan untuk mengembalikan konsistensi dari sistem file ketika komputer di jalankan kembali ketika sistem mengalami kegagalan. Pada saat mengalami error bad sector, NTFS secara dinamis menandai ikatan yang mengandung bad sector dan mengalokasikan sebuah ikatan (cluster) baru untuk data, seperti halnya menandai cluster sebagai bad dan tidak lama menggunakannya. Contohnya, dengan menghapus/format sebuah server POP3 dengan NTFS, penyimpanan mail dapat menawarkan pembukuan (logging) dan mengembalikan (recovery). Ketika sever mengalami crash, NTFS dapat menyembuhkan/mengembalikan data dengan menjalankan log filenya.
Lebih aman
NTFS membolehkan anda mengatur izin dalam sebuah file atau folder, dan menspesifikasikan grup – grup dan para pengguna yang diizinkan mengakses atau tidak oleh anda, dan kemudian pilih jenis akses yang diperbolehkan. NTFS juga mendukungteknologi Encrypting File System (EFS) yang biasa digunakan untuk menyimpan encrypted file dalam ruang NTFS. Para penyusup yang mencoba mengakses encrypted file anda akan dicegah perlakuannya, sekalipun penyusup itu mengakses fisik dari komputer tersebut.
Mendukung Kapasitas Besar
NTFS membolehkan anda membuat sebuah kapasitas NTFS hingga 16 terabyte dengan menggunakan ukuran cluster yang default (4 KB) untuk volume besar. Anda dapat membuat kapasitas NTFS hingga 256 terabyte dengan menggunakan ukuran cluster 64 KB. NTFS juga mendukung file – file besar dan lebih setiap volumenya dibandingkan FAT. Sebagai tambahan, NTFS mengatur ruang disk lebih efisien daripada FAT dengan menggunakan ukuran cluster terkecil. Contohnya, sebuah volume NTFS 30-GB yang menggunakan cluster 4-KB. Sama seperti volume yang diformat dengan FAT32 yang menggunakan cluster 16-KB. Menggunakan cluster yang kecil akan mengurangi ruang/space yang terbuang percuma dalam hard disk. NTFS mendukung banyak kemampuan dalam dynamic disk untuk mengatur kebutuhan – kebutuhan penyimpanan besar.
Space terbatas dalam volume
Jika organisasimu memiliki space yang kurang dalam suatu volume, NTFS menyediakan layanan untuk menambah kapasitas penyimpanan dalam sebuah server yang memiliki kapasitas terbatas.

Disk quotas membolehkan anda untuk memberi jalurdan mengendalikan user disk space yang digunakan untuk isi NTFS .

NTFS mendukung pengompresan/pemadatan seperti halnya menambahkan spaceyang tidak teralokasi dari disk yang sama atau dari disk lainnya untuk menambah ukuran dari sebuah kapasitas NTFS.


Beberapa Fitur NTFS
Bagian berikut akan memberikan informasi sedikit mengenai beberapa fitur NTFS:
- NTFS dapat mengatur kuota volume untuk setiap pengguna (dalam NTFS disebut dengan Disk Quota).
- NTFS mendukung sistem berkas terenkripsi secara transparan dengan menggunakan jenis beberapa jenis algoritma enkripsi yang umum digunakan.
- NTFS mendukung kompresi data transparan yang, meskipun tidak memiliki rasio yang besar, dapat digunakan untuk menghemat penggunaan ruangan hard disk. Selain itu, NTFS mendukung pembuatan berkas dengan atribut sparse (berkas yang berisi banyak area kosong di dalam datanya) yang umumnya dibutuhkan oleh aplikasi-aplikasi ilmiah.
- NTFS mendukung hard link (tautan keras) serta symbolic link (tautan simbolis) seperti halnya sistem berkas dalam sistem operasi keluarga UNIX, meskipun dalam NTFS, implementasinya lebih sederhana. Fitur symbolic link dalam NTFS diimplementasikan dengan menggunakan Reparse Point yang awalnya hanya dapat diterapkan terhadap direktori. Windows Vista mengizinkan penggunaan symbolic link terhadap berkas.
- NTFS mendukung penamaan berkas dengan metode pengodean Unicode (16-bit UCS2) hingga 255 karakter. Berbeda dengan sistem berkas FAT yang masih menggunakan pengodean ANSI (8-bit ASCII) dan hanya berorientasi pada format 8.3. Penggunaan nama panjang dalam sistem berkas FAT akan menghabiskan lebih dari dua entri direktori. Tabel di bawah ini menyebutkan karakteristik perbandingan antara NTFS dengan sistem berkas FAT32 dan FAT16.
- NTFS memiliki fitur untuk menampung lebih dari satu buah ruangan data dalam sebuah berkas. Fitur ini disebut dengan alternate data stream.




Kompatibilitas NTFS dan Sistem Operasi
NTFS tidak didukung oleh Microsoft Windows sebelum Windows NT 4.0 dan Windows 2000 Professional atau MS-DOS. Tabel Sistem operasi dan kompatibilitas NTFS menunjukkan sistem operasi mana yang mendukung NTFS.
Operating System dan NTFS Compatibility
Operating SystemNTFS
Windows XPYa
Windows Server 2003Ya
Windows 2000Ya
Windows NT 4.0Ya
Windows 95 OSR2, Windows 98, and Windows Millennium Edition
Windows 95 (prior to OSR2)
MS-DOS
catatan
  • Komputer dengan Windows NT 4.0 yang membutuhkan Service Pack 4 atau setelahnya untuk mengakses NTFS volume sebelumnyadiadopsi oleh Windows 2000, Windows XP, atau Windows Server 2003.
Tabel Perbandingan Karakteristik NTFS dengan FAT32


KarakteristikNTFSFAT32
Jumlah berkas dalam satu volume232-1 berkas228 berkas
Berkas atau subdirektori setiap direktoriTidak terbatas216-2 berkas atau direktori
Kompatibilitas dengan sistem operasi DOSTidakTidak
Dapat dual-booting dengan Windows 95/98TidakYa (Windows 95 OSR 2.0 ke atas)
Kompresi data transparanYaTidak
Enkripsi TransparanYa (versi 3.0 ke atas)Tidak
Penetapan kuota ruangan untuk tiap penggunaYaTidak
Ukuran berkas maksimum264 – 1 byte232 – 1 byte
Ukuran cluster minimum512 bytes (1 sektor)512 bytes (1 sektor)
Ukuran cluster maksimum64 KB (32 sektor)64 KB (32 sektor)
Ukuran partisi maksimum232 cluster4,177,198 cluster
Jumlah berkas tiap partisi232 – 1 berkas228 berkas
Jumlah direktori tiap partisiTidak Terbatas216 – 2 direktori





Struktur NTFS
Dalam sistem berkas NTFS, semua data yang tersimpan di dalam sebuah volume disimpan dalam bentuk berkas. Hal ini berlaku untuk direktori, berkas biasa, hingga struktur data yang dimiliki oleh NTFS itu sendiri (yang disebut dengan NTFS Metadata), yang diperlihatkan pada Tabel di bawah ini. Dengan menyimpan segala data dalam bentuk berkas, Windows dapat menemukan dan memelihara data secara lebih mudah dan cepat, dan tentu saja karena arsitektur keamanan yang dimiliki oleh Windows NT, semua berkas dapat diproteksi dengan menggunakan deskriptor keamanan (security descriptor). Selain itu, jika ada beberapa bagian dari dalam disk mengalami kerusakan (atau lazim disebut sebagai bad sector), NTFS dapat melakukan relokasi terhadap NTFS metadata untuk mencegah disk tersebut menjadi tidak dapat diakses sama sekali.
Record #Nama BerkasKeterangan
0$MFTMFT adalah singkatan dari Master File Table, yang berisi catatan setiap berkas yang terletak dalam volume NTFS berikut atribut yang dikandungnya. MFT merupakan jantung dari NTFS.
1$MFTMIRRSalinan dari berkas $MFT yang utama (lihat di atas), yang dapat digunakan untuk tujuan pemulihan sistem (system recovery) dan juga pemulihan hard disk. Isi berkas ini adalah beberapa baris awal yang dimiliki oleh berkas $MFT yang asli.
2$LOGFILEBerisi tabel catatan transaksi yang dapat digunakan untuk tujuan pemulihan sistem.
3$VOLUMEBerisi informasi tentang volume yang bersangkutan, seperti nomor serial volume tersebut, versi NTFS yang digunakan dan lain-lain.
4$ATTRDEFDefinisi atribut setiap berkas.
5$Direktori akar (root directory) yang dimiliki oleh sebuah volume. Beberapa literatur menulis root dengan tanda titik (.).
6$BITMAPBerisi peta bit (bitmap) yang terdapat dalam sebuah volume, sehingga dapat diketahui sektor mana saja yang telah terpakai atau belum terpakai.
7$BOOTBerisi kode boot-strapping untuk sebuah volume, jika volume tersebut memiliki kemampuan untuk melakukan proses booting.
8$BADCLUSBerisi tabel yang merujuk pada lokasi unit alokasi yang dianggap rusak (bad cluster) pada sebuah volume NTFS.
9$SECUREBerisi tabel sistem keamanan untuk berkas-berkas yang ada dalam setiap volume.
10$UPCASEMemetakan berkas yang memiliki nama berkas dengan huruf kecil dengan huruf besar. Seperti my-file.doc dipetakan dengan MY-FILE.DOC.
11$EXTENDDigunakan untuk beberapa fitur opsional yang dapat memperluas kemampuan NTFS, seperti kuota untuk pengguna, enkripsi dan tanda pengenal objek (object identifier), dan lain-lain.
12ReservedDireservasikan untuk digunakan pada versi NTFS masa yang akan datang.
13ReservedDireservasikan untuk digunakan pada versi NTFS masa yang akan datang.
14ReservedDireservasikan untuk digunakan pada versi NTFS masa yang akan datang.
15ReservedDireservasikan untuk digunakan pada versi NTFS masa yang akan datang.
16[Berkas dalam hard disk]Digunakan untuk menyimpan semua berkas milik pengguna.
Ketika seorang pengguna menggunakan utilitas format.com atau menggunakan Windows Explorer untuk membuat partisi NTFS, maka NTFS akan membuat sekitar 16 berkas NTFS metadata (lihat tabel di atas). Setiap berkas tersebut merupakan berkas yang tersembunyi dan sama sekali tidak dapat ditampilkan oleh program Shell ketika pengguna melakukan browsing partisi NTFS dengan menggunakan command prompt atau Windows Explorer. Setiap NTFS Metadata diberi nama yang dimulai dengan karakter dolar ($).
Setiap berkas dalam sebuah volume berbasis NTFS dapat dikenali dengan sebuah nilai berukuran 64-bit yang disebut dengan “referensi berkas” atau file reference. Referensi berkas mengandung sebuah nomor referensi berkas (reference file number) dan sebuah nomor urut referensi berkas (reference sequence number). Angka berkas berhubungan dengan posisi di mana letak record berkas tersebut di dalam MFT dikurangi 1 (atau posisi di mana record tersebut berada dikurangi satu, jika berkas tersebut memiliki lebih dari sebuah record); sedangkan nomor urut referensi berkas, yang akan berubah setiap kali MFT record digunakan, mengizinkan NTFS untuk melakukan pengecekan konsistensi sistem berkas secara internal.
FAT (File Allocation Table)
Tabel Alokasi Berkas
Definisi : sebuah sistem berkas yang menggunakan struktur tabel alokasi berkas sebagai cara dirinya beroperasi. Tabel alokasi berkas atau File Allocation Table merupakan sebuah tabel yang dipelihara di dalam hard disk atau media penyimpanan lainnya oleh sistem operasi yang bertindak sebagai “daftar isi media penyimpanan”, yang menunjukan di mana direktori dan berkas disimpan di dalam disk.
Ketika sebuah media penyimpanan diformat dengan menggunakan FAT, sistem berkas ini akan membuat sebuah tabel alokasi berkas yang disimpan pada lokasi yang dekat dengan permulaan media penyimpanan tersebut. Media penyimpanan yang dimaksud adalah media penyimpanan seperti sebuah hard disk, sebuah partisi dalam sebuah hard disk, atau media penyimpanan portabel. Selain membuat satu tabel alokasi berkas, sistem berkas tersebut juga membuat salinan dari sistem berkas tersebut, dan berada pada media penyimpanan yang sama. Jika salah satu salinan mengalami kerusakan, maka sistem berkas akan menggunakan salinan yang lain, dan mengganti tabel yang rusak tersebut dengan salinan yang masih baik (cara kerja ini disebut dengan FAT Mirroring, yang bekerja seperti layaknya RAID 1). Lokasi tabel alokasi berkas ditentukan di dalam sebuah area yang disebut dengan BIOS Parameter Block (BPB) dalam boot sector sebuah media penyimpanan yang menggunakan sistem berkas FAT.
Sistem berkas ini digunakan oleh sistem operasi MS-DOS (hanya versi FAT12 dan FAT16), Windows (hampir semua versi Windows; untuk versi FAT yang didukung olehnya lihat pada bagian versi), GNU/Linux, dan masih banyak sistem operasi lainnya yang juga mendukung termasuk Macintosh OS/X. Ada beberapa versi dari sistem berkas FAT, yang dibedakan dari berapa banyak unit alokasi yang didukungya, yakni sebagai berikut:
  • FAT12
  • FAT16
  • FAT32
FAT32
FAT32 adalah versi sistem berkas FAT yang paling baru, yang diperkenalkan ketika Microsoft merilis Windows 95 OEM Service Release 2 (Windows 95 OSR2). Tabel sistem operasi Windows yang mendukung sistem berkas FAT32 ini sebagai berikut.
Sistem operasiDukungan
MS-DOSTidak
Windows 95 (versi awal)Tidak
Windows 95 OSR2Ya
Windows 98Ya (Windows 98 juga memiliki utilitas untuk mengonversi FAT16 ke FAT32)
Windows Millennium EditionYa
Windows NT 3.xTidak
Windows NT 4.0Tidak
(Beberapa perusahaan, seperti Winternals membuat driver FAT32 untuk Windows NT 4.0)
Windows 2000Ya
(Windows 2000 membatasi kapasitas partisi FAT32 yang dapat dibuat hingga 32768 Megabytes saja)
Windows XPYa
(Windows XP membatasi kapasitas partisi FAT32 yang dapat dibuat hingga 32768 Megabytes saja)
Windows Server 2003Ya
(Windows Server 2003 membatasi kapasitas partisi FAT32 yang dapat dibuat hingga 32768 Megabytes saja)
Windows VistaYa
(Windows Vista membatasi kapasitas partisi FAT32 yang dapat dibuat hingga 32768 Megabytes saja)
Karena menggunakan tabel alokasi berkas yang besar (32-bit), FAT32 secara teoritis mampu mengalamati hingga 232 unit alokasi (4294967296 buah). Meskipun demikian, dalam implementasinya, jumlah unit alokasi yang dapat dialamati oleh FAT32 adalah 228 (268435456 buah). Ukuran unit alokasi maksimum dapat mencapai 32768 byte (64 sektor), sehingga secara teoritis dapat mengalamati 8 terabytes (8192 Gigabytes), meski tidak disarankan. Selain itu, program instalasi beberapa keluarga sistem operasi Windows NT 5.x ke atas hanya mengizinkan pembuatan partisi FAT32 hingga 32 Gigabyte (jika partisi lebih besar dari 32 GB, maka program instalasi Windows hanya menyediakan sistem berkas NTFS). Dalam instalasi sistem operasi Windows NT 5.x ke atas, jika ukuran partisi di mana Windows diinstalasikan kurang dari 2 Gigabyte, program instalasi akan menggunakan sistem berkas FAT16; dan berlaku sebaliknya, jika partisi di mana Windows hendak diinstalasikan lebih dari 2 Gigabyte, program instalasi akan menggunakan sistem berkas FAT32.
FAT32 menggunakan ukuran unit alokasi yang lebih kecil dibandingkan dengan sistem berkas FAT12/FAT16, sehingga FAT32 lebih efisien ketika diaplikasikan pada partisi yang besar (ukurannya lebih besar dari pada 512 Megabyte). Penghematan yang dilakukan oleh FAT32 dibandingkan dengan FAT16/FAT12 kira-kira adalah 20% hingga 27%. Windows 98 memiliki utilitas yang dapat digunakan untuk mengonversi partisi FAT16 menjadi FAT32 tanpa kehilangan data.

Karakteristik dan fitur setiap versi
Berikut ini adalah tabel perbandingan ukuran partisi dan ukuran unit alokasi sistem berkas (default) yang digunakan oleh sistem berkas FAT.
Ukuran partisiFAT12FAT16FAT32
0 MB hingga 6 MB1024 byte (2 sektor)Tidak didukungTidak didukung
7 MB hingga 16 MB2048 byte (4 sektor)Tidak didukungTidak didukung
17 MB hingga 32 MB4096 byte (8 sektor)512 byte (1 sektor)Tidak didukung
33 MB hingga 64 MBTidak didukung1024 byte (2 sektor)512 byte (1 sektor)
65 MB hingga 128 MBTidak didukung2048 byte (4 sektor)1024 byte (2 sektor)
129 MB hingga 256 MBTidak didukung4096 byte (8 sektor)2048 byte (4 sektor)
257 MB hingga 512 MBTidak didukung8192 byte (16 sektor)4096 byte (8 sektor)
513 MB hingga 1024 MBTidak didukung16384 byte (32 sektor)4096 byte (8 sektor)
1025 MB hingga 2048 MBTidak didukung32768 byte (64 sektor)4096 byte (8 sektor)
2049 MB hingga 4096 MBTidak didukung65536 byte (128 sektor)
Hanya dapat digunakan dalam keluarga Windows NT
4096 byte (8 sektor)
4097 MB hingga 8192 MBTidak didukungTidak didukung4096 byte (8 sektor)
8192 MB hingga 16384 MBTidak didukungTidak didukung8192 byte (16 sektor)
16385 MB hingga 32768 MBTidak didukungTidak didukung16384 byte (32 sektor)
32769 MB – 127.5 GBTidak didukungTidak didukung32768 byte (64 sektor)
127.5 GB – 2 TBTidak didukungTidak didukung65536 (128 sektor)
Tabel berikut berisi informasi mengenai karakteristik dan fitur sistem berkas FAT
KarakteristikFAT12FAT16FAT32
Panjang nama berkas maksimum8.3 dalam sistem operasi MS-DOS,
hingga 260 karakter dalam sistem operasi Windows 32-bit
8.3 dalam sistem operasi MS-DOS,
hingga 260 karakter dalam sistem operasi Windows 32-bit
Hingga 260 karakter dalam sistem operasi Windows 32-bit,
juga membuat format nama berkas 8.3
Fitur keamananTidak adaTidak adaTidak ada
Fitur kompresi dataTidak adaTidak adaTidak ada
Jumlah unit alokasi tabel alokasi berkas12-bit (4096 buah)16-bit (65536 buah),32-bit (teoritis), 28-bit (praktek)
Jumlah unit alokasi fisik tiap partisi32680 sektor65524 buah unit alokasi
(seharusnya 65536 buah, tapi beberapa unit alokasi telah direservasikan)
65527 buah unit alokasi
(seharusnya 65536 buah, tapi beberapa unit alokasi telah direservasikan)
Ukuran unit alokasi maksimum
64 KB (maksimum); 32 KB (disarankan)64 KB (teoritis); 32 KB (praktek); 16 KB (disarankan)
Kisaran ukuran unit alokasi512 byte hingga 2048 byte512 byte hingga 65536 byte512 byte hingga 65536 byte
Ukuran partisi maksimum32 MB2 GB (pada semua sistem operasi); 4 GB (hanya pada keluarga Windows NT)8 TB (teoritis), 2 TB (implementasi; limitasi ini dikarenakan tabel partisi dalam skema partisi MBR yang digunakan oleh FAT32), 32 GB (Windows NT 5.x ke atas)
Ukuran berkas maksimum
4 GB – 1 byte (232-1 byte)4 GB – 1 byte (232-1 byte)
Jumlah berkas tiap partisi
65536 berkas4177920 berkas
Jumlah berkas maksimum dalam direktori akar
512 berkas (Penggunaan nama berkas panjang (nama berkas yang tidak menggunakan format 8.3) dapat mengurangi jumlah ini secara signifikan)65534 berkas (Penggunaan nama berkas panjang dapat mengurangi jumlah ini secara signifikan)
Saran penggunaanMedia penyimpanan kurang dari 16 MBMedia penyimpanan dari 16 MB hingga 511 MBMedia penyimpanan dari 512 MB hingga 32768 MB. Gunakan NTFS atau sistem berkas lainnya untuk media penyimpanan yang lain.

Spesification Rizky Harddisk Seagate Barracuda 7200.7 80 GB
FieldValue
ATA Device
Model IDST380011A
Serial Number5JV09BXR
Firmware Revision3.06
Parameters155061 cylinders, 16 heads, 63 sectors per track, 512 bytes per sector
Device TypeATA device, harddisk
PortPrimary controller – Master Drive
ATA/ATAPI standardsATA-1, ATA-2, ATA-3, ATA/ATAPI-4, ATA/ATAPI-5, ATA-ATAPI-6
ATA/ATAPI versionATA/ATAPI-6 T13 1410D revision 2
Single word DMA mode supportedNone
Single word DMA mode enabledNone
Multi word DMA mode supported0, 1, 2 (16.66 MB/s)
Multi word DMA mode activeNone
Ultra DMA mode supported0 -5 (100 MB/s)
Ultra DMA mode enabled5 (100 MB/s)
PIO mode supported2 (8.3 MB/s)
PIO mode with IORDY supported3, 4 (16.6 MB/s)
LBA Sectors156301488
Cache size2,048 KB
ControllerNot specified
Read cache supportedYes
Read cache enabled Yes
Write cache supportedYes
Write cache enabledYes
Buffer2 MB
Multiple Sectors16
ECC Bytes4
Max. PIO Transfer ModePIO 4
Max. UDMA Transfer ModeUDMA 5 (ATA-100)
Active UDMA Transfer ModeUDMA 5 (ATA-100)
Unformatted Capacity76319 MB

ATA Device Features
SMARTSupported (Enabled)
Security ModeSupported (Enabled)
Power ManagementSupported (Enabled)
Advanced Power ManagementNot Supported
Removable media featureNo
Packet commandNo
Release interruptNo
Service interuptNo
Device reset commandNo
Write verify commandNo
Write buffer commandNo
Read buffer command No
NOP commandNo
Identify DMA commandNo
Download microcodeYes
Read/Write DMA queuedNo
CFA featureNo
Set max security extensionYes (Enabled)
Flush cache commandNo
Flush cache ext commandNo
SMART error loggingYes
SMART self testYes
StreamingNo
General loggingNo
I/O ready (IORDY)Yes (enabled)
Min PIO timing (without IORDY)240 ns
Min PIO timing (with IORDY)120 ns
PIO timing512 ns
DMA timing512 ns
Min multiword DMA timing120 ns
Multiword DMA timing (Recommended)120 ns
Overlapped OperationsNo
Command QueuingYes
ECC bytes passed by the Read/Write long commands4 bytes
Host Protected AreaSupported
Power-Up In StandbyNot Supported
Automatic Acoustic ManagementNot Supported
48-bit LBASupported
Device Configuration OverlaySupported

ATA Device Physical Info
ManufacturerSeagate
Hard Disk NameBarracuda 7200.7 80011
Form Factor3.5″
Formatted Capacity80 GB
Disks1
Recording Surfaces2
Physical Dimensions146.56 x 101.85 x 26.1 mm
Max. Weight544 g
Average Rotational Latency4.16 ms
Rotational Speed7200 RPM
Max. Internal Data Rate683 Mbit/s
Average Seek8.5 ms
InterfaceUltra-ATA/100
Buffer-to-Host Data Rate100 MB/s
Buffer Size2 MB
Spin-Up Time10 sec

ATA Device Manufacturer
Company NameSeagate Technology LLC
Product Informationhttp://www.seagate.com/products

cara menginstal sistem oprasi dengan flashdisk

Cara Install Windows XP dengan Flashdisk

Ceria Hosting
usb Cara Install Windows XP dengan Flashdisk

Akhir-akhir ini banyak sekali orang memilih jenis Komputer Netbook untuk dipakai sehari-hari karena harganya yang murah dan juga bentuknya yang kecil praktis dibawa kemana-mana. kelemahannya Netbook ini tidak dilengkapi dengan Cd room tau pun DVD room sehingga ketika kita ingin menginstall ulang windows karena rusak akibat virus sangat sulit kecuali mempunyai CD/DVD room externall. Tapi hal ini bisa diatasi dengan adanya teknologi Flasdisk yang semakin hari semakin besar kapasitasnya sehingga kita bisa menggunakan media Flasdisk ini sebagai pengganti CD room . DVD room.
Teknik yang yang saya gunakan ini tidak hanya berguna untuk netbook saja tapi berguna untuk semua komputer yang tidak memiliki cdroom dan sudah support booting dengan Usb Flasdisk.
Alat-alat yang harus di persiapkan :

  1. Usb Flash disk apa aja ( Min 1GB lebih besar lebih bagus).
  2. komputer master , lengkap dengan cd-rom ( untuk membuat master flash disk )
  3. CD installer windows xp.
Software yang diperlukan :
  • USB_PREP8 dan PEtoUSB  ( Sudah saya gabungkan jadi satu)
  • Silakhan di download terlebih dahulu file nya


Setelah alat yang diperlukan siap dan software telah didownload langkah berikutnya adalah :
  1. Colokan USB flash disk ke komputer.
  2. Masukan Cd Installer Windows Xp ke dalam CD room.
  3. Extrak file yang sudah di download ke Drive C:/flasdisk
  4. Selanjutnya masuk ke folder C:\flasdisk tadi yang sudah dibuat dan berisi file2 yang di extra diatas.
  5. Selanjutnya jalankan file bernama “usb_prep8.cmd” Kemudian akan muncul sebuah windows command prompt berisi bermacam2 perintah tekan sembarang tombol saja untuk melanjutkan.
  6. Kemudian akan muncul program PEtoUSB untuk memformat Flasdisk , Pilih flasdisk yang akan di format kemudian Klik Start sampai selesai.
  7. Jika proses format sudah selesai, tutup program PEtoUSB Kembali lagi ke windows command prompt usb_prep8.bat di layar akan muncul opsi-opsi dari 0 hingga 5.
  8. Selanjutnya pilih Pilihan No 1 untuk memilih sumber file installasi windows pilih Cdroom tempat kita menyimpan CD Installasi Windows xp.
  9. Setelah itu lanjutkan dengan Memilih Pilihan No 3 , untuk mentukan dimana kita mencolokan Usb flash disk , kalau di drive E maka ketik e dan tekan enter.
  10. Setelah tahap ini pilihlah Pilihan No 4 untuk memulai proses pembuatan modul instalasi yang nantinya akan disalin ke dalam USB flash disk secara otomatis. Ketika muncul Popup windows Pilih aja pilihan YES, apa pun konfirmasi yang muncul pilih YESn. Proses ini kira-kira akan memakan waktu sekitar 15 Menit.
  11. Setelah selesai semua langkah diatas dan Usb Flasdisk siap digunakan untuk Installasi Windows XP,
  12. Jangan Lupa ketika mau menginstall dengan Usb Flasdisk ini kita harus masuk dulu ke dalam BIOS komputer dan memilih boot First nya ke Removable drive.
Selesai , mudah-mudahan bermamfaat.

Kata Kunci untuk artikel ini:

cara instal windows xp dengan flashdisk, install windows xp dari flashdisk, install xp dari flashdisk, cara install windows xp dengan flashdisk, instal windows xp dari flashdisk, install windows xp dengan flashdisk, instal xp dari flashdisk, instal windows xp dengan flashdisk, cara menginstal windows xp dengan flashdisk, menginstal windows xp dengan flashdisk
Informasih windows 8

Rabu, 16 Maret 2011


Informasi Terbaru Microsoft Windows 8, Windows Server 2012, and Microsoft Office 2012

Sebenarnya, Windows 8 masih dalam pengembangan, meskipun demikian informasi mengenai pengembangannya sudah disampaikan secara publik diantaranya pengembangan dalam hal fungsionalitas untuk akses file di aplikasi office.

Windows 8 menyediakan cukup banyak fitur baru bersamaan dengan tampilan antarmuka yang baru. Dengan tampilan yang mirip Windows Vista dan Windows 7 (kombinasi yang sangat baik) tetapi memiliki perubahan GUI (Graphical User Interface) yang cukup banyak, diantaranya design baru taskbar, Explorer, layar boot system dan layar login, dan sebagainya.

Menurut salah satu pekerja Microsoft – Robert Murdon pada profil LinkedIn dia secara tidak sengaja memunculkan informasi bahwa ia kini sedang menggarap IA-128 pada Windows 8, disebutkan bahwa ia sedang berusaha memungkinkan Windows 8 dapat kompatibel dengan 128-bit, walaupun ia masih tampak frustasi.

Murdon tampak yakin 128-bit akan kompatibel pada Windows 9, tetapi tampaknya untuk Windows 8belum ada kepastiannya. Sementara itu, banyak yang yakin bahwa Windows 7 akan menjadi produk Microsoft terakhir yang menggunakan 32-bit OS. Jadi sangat mungkin Windows 8 akan tampil dalam 64-bit dan 128-bit, kita tunggu saja.

Dan menurut laporan dari MSFTKitchen Desember tahun lalu, menyebutkan bahwaMicrosoft tampaknya akan merilis system operasi baru di bulan Juli 2011. Sementara itu, Microsoft juga akan merilis Windows Server 2012 dan Office 2012 yang akan dipublikasikan di bulan Juli 2012.

Dan dari sebuah blog di MSDN milik karyawan Microsoft yang bernama Chris Green memiliki informasi mengenai tanggal rilis produk-produk Microsoft di masa yang akan datang, termasuk Windows 8,Windows Server 2012 (Windows 8 Server) dan Microsoft Office 2012

Pernyataan Chris di blog miliknya :

“The content of this site are my own personal opinions and are not intended to represent my employer’s view. These postings are provided “AS IS” with no warranties, and confer no rights.”

Windows 8 Release Date :

RTM: Friday, July 1, 2011
Mainstream Support: Friday, July 1, 2011 – Thursday, July 1, 2016
Extended Support: Friday, July 1, 2016 – Thursday, July 1, 2021

Windows Server 2012 (Windows 8 Server) :

RTM: Monday, July 2, 2012
Mainstream Support: Monday, July 2, 2012 – Friday, June 30, 2017
Extended Support: Monday, July 3, 2017 – Friday, July 1, 2022

Office 2012 (Office 15) :

RTM: Monday, July 2, 2012
Mainstream Support: Monday, July 2, 2012 – Friday, June 30, 2017
Extended Support: Monday, July 3, 2017 – Tuesday, July 5, 2022

Informasi terbaru tentang Windows 8 sebagai pengganti Windows 7

Kali ini, Microsoft tampaknya bakal berhasil dengan Windows 8 mereka. Pusat-pusat penelitian mereka di seluruh dunia sedang mengembangkan teknologi untuk sistem operasi masa depan tersebut. Suasana pada Konferensi Microsoft PDC (Professional Developer Conference) awalnya terasa cerah. Namun, kemudian wajah Steven Sinof­sky, President of Windows and Windows Live Division, menjadi membatu. “Apa yang Anda rencanakan untuk Windows 8 yang baru?”, tanya seorang reporter. Sinofsky terdiam sebentar. Reporter kembali mengulangi pertanyaannya. Akhirnya, Sinofsky menjawab, “Saya tidak me­nga­takan apa-apa. Windows 8? Itu Anda yang bilang, bukan saya.” Microsoft tetap tidak mau berkomentar walaupun beberapa detail tersebut bocor ke publik. Namun, detail tersebut hanya menyangkut perubahan de­ngan interface, bukan teknologi di baliknya.
Walaupun Microsoft tampak diam, secara internal mereka sudah berkonsentrasi dengan Windows 8. Berdasarkan bocoran dari pegawai mereka, ada dua skenario untuk jadwal release Windows 8. Dalam blog-nya, seorang developer menye­butkan 1 Juli 2011 sebagai awal dari Lifecycle Support. Saat ini, ia tidak lagi bekerja di Microsoft. Sumber lain, yang berasal dari sebuah presentasi, mengungkapkan bah­wa jadwal RTM (Release to Manufacturing) Windows 8 sekitar tahun 2012.
Salah satu alasan bagi Microsoft untuk tidak berkomentar seputar Windows 8 mungkin disebabkan oleh trauma Vista.
Banyak yang berharap Windows 8 dapat menghadirkan tekonologi yang tepat di masanya. Sepertinya, desakan tersebut muncul lantaran kesuksesan Windows 7 itu sendiri, sampai-sampai pengguna tidak ingin versi Windows yang lebih dari Windows 7. Menurut Forrester Research, hanya satu persen dari selu­ruh perusa­haan di AS dan Eropa yang mau melewatkan Windows 7 untuk menunggu versi selanjutnya. Selebihnya, 99 persen pasti meminta agar Microsoft tidak terburu-buru untuk mengganti Windows 7 menjadi Windows 8.
Tidak mengherankan bahwa seorang pegawai Microsoft melalui blog-nya (saat ini, postingan blog tersebut telah dihapus) mengungkapkan bahwa Windows 8 benar-benar berbeda dan pengoperasian komputer akan menjadi revolusi. Banyaknya keinginan untuk melakukan perubah­an merupakan suatu kebutuhan karena hardware platform untuk Windows saat ini semakin terkikis. Komputer mini, mulai dari smartphone sampai dengan iPad, saat ini merajai pasar dan banyak di antaranya yang tidak lagi menggunakan prosesor Intel, melainkan prosesor ARM yang tidak dapat menjalankan Windows.
Untuk Windows 8, Microsoft harus melakukan perubahan yang lebih besar. Panduan yang diperlukan untuk itu sudah tersedia berkat proyek-proyek penelitian mereka yang bertebaran di seluruh dunia. Mereka hanya tinggal menerapkannya saja. Paling tidak, terdapat empat proyek Microsoft yang menarik untuk masa depan Windows.
Sistem operasi Barrelfish: Jalan pada semua hardware
“Kami hanya ingin melihat apakah sistem ini berfungsi”, jelas Andrew Baumann (developer) mengenai sistem operasi Barrelfish yang dikembangkan bersama dengan Universitas Zürich. Kelebihan Barrelfish terletak pada multikernel. Multikernel dirancang untuk berjalan pada beberapa prosesor sekaligus serta bekerja sama de­ngan prosesor lainnya, seperti GPU dari graphics card. Developer menyebut konsep mereka sebagai Multikernel OS, berbeda dibandingkan dengan monokernel pada Windows, Mac OS, dan Linux.
Barrelfish akan mengatur setiap core prosesor menjadi satu kernel. Setiap kernel bekerja sebagai node dalam sebuah jari­ngan core. Setiap node terdiri atas dua elemen. Elemen pertama bekerja dalam User Mode dan mengorganisir tugas-tugas untuk dan antar-CPU. Elemen ini identik dalam setiap kernel. Elemen lainnya akan mengambil peran Hardware Interface dan berfungsi sebagai CPU driver. Interface tersebut akan disesuaikan dengan hardware, misalnya command set dan karakteristik sebuah prosesor x86, ARM, ataupun GPU.
Manajemen distribusi CPU resource pada Barrelfish berbeda dibandingkan de­ngan Windows. Pada Windows 7, Microsoft mengoptimalkan Centralized Dispatcher Lock yang berguna untuk manajemen proses sehingga bottleneck tidak terjadi lagi ketika sistem harus bekerja dengan 8 atau 16 core. Oleh sebab itu, Windows 7 dapat berjalan pada sebuah komputer yang memiliki sampai 256 CPU. Namun, semakin banyak core, semakin kecil optimalisasi kinerja yang diperoleh.
Barrelfish mengatasi masalah ini secara lebih sistematis. Di sini, beberapa Dispatcher, satu untuk setiap Kernel, saling menyesuaikan satu sama lain. Komunikasi antara masing-masing kernel berlangsung melalui Remote Procedure Calls dengan mengalokasikan memory area bersama. Dengan mekanisme ini, jumlah dan jenis CPU yang digunakan tidak lagi memiliki batasan. Performa Barrelfish akan bertambah sesuai dengan jumlah CPU.
INI YANG DITAWARKAN WINDOWS 8:
Banyak konsep dalam Barrelfish yang melangkah jauh ke depan. Namun, hanya dua yang terlihat menarik, yaitu kemudahan porting Barrelfish terhadap prosesor tipe lain, seperti prosesor ARM. Selain itu, Barrelfish menggunakan GPU melalui kernel terpisah pada saat dibutuhkan. Di sini, terdapat keuntungan performa untuk tugas-tugas spesifik yang sebelumnya kurang dapat direalisasikan. Namun, Barrelfish tidak menyediakan solusi otomatis untuk porting software yang diprogram dengan C atau C++ ke tipe prosesor lain.
Singularity OS: Sistem anti-crash
Teorinya, Bluescreen selalu dihubungkan dengan Windows. Walaupun sudah berkurang, tetap saja tampilan biru masih muncul pada Vista dan Windows 7. De­ngan Singularity, Microsoft mengembangkan sebuah sistem yang tidak lagi mengenal Bluescreen. Tidak ada lagi istilah crash. “bahkan dalam environment yang tidak bersahabat sekalipun”, menurut pengembang Microsoft, Galen Hunt. Singularity dapat mengatasi masalah ini, karena sistem dipisahkan oleh software dengan proses yang sedang berjalan dan tidak dapat mengakses hardware.
Isolasi software hanya berfungsi pada program-program yang dijalankan dalam sebuah runtime environment, seperti aplikasi Java dan .NET. Runtime bertugas agar kode program tidak “terputus” dan tidak menghasilkan buffer overflow yang menyebabkan crash. Jadi, Singularity dapat mengatasi risiko yang muncul dari aplikasi yang kurang baik di program atau bahkan malware sekalipun.
Sayangnya, konsep tersebut tidak diterapkan secara penuh untuk Windows. Umumnya, program-program yang berhubungan dengan pengguna ditulis dalam bahasa, seperti C atau C++. Lantaran program tersebut langsung dijalankan dalam CPU, secara prinsip performanya menjadi lebih baik. Windows terproteksi dari potensi risiko yang dapat ditimbulkan oleh program. Program berjalan dalam User Mode CPU sehingga tidak memiliki banyak akses. Namun, langkah proteksi ini meminimalkan lompatan performa dari bahasa program tersebut.
Windows mencadangkan Kernel Mode untuk fungsi-fungsi sistem yang penting. Namun, Singularity dapat menjalankan semua aplikasi secara terproteksi dalam Kernel Mode. Walaupun dalam runtime environment, performa yang diperoleh masih sebaik program-program C pada Windows 7.
INI LAGI YANG DITAWARKAN WINDOWS 8:
Sebelumnya, Kernel Mode hanya digunakan Windows untuk komponen hardware dari sistem operasi terutama driver hardware. Dengan software isolation, system service seperti interface COM yang digunakan terutama untuk ActiveX, juga dapat berjalan dalam mode ini. Untuk itu, komponen sistem tersebut ditransfer, misalnya ke dalam .NET Framework. Hasilnya, sistem menjadi lebih stabil, sehingga serangan malware dapat diminimalkan.
Browser Gazelle: Terlindungi dari serangan Internet
Browser ini merupakan aplikasi sentral dalam sistem operasi dan mungkin satu-satunya bagi kebanyakan pengguna. Tidak mengherankan ini memicu pertaru­ngan untuk membuat browser yang paling cepat dan aman. IE9 bakal diluncurkan pada akhir 2010 ini, mendahului kemunculan Window 8. Browser untuk Windows 8 nantinya adalah IE10.
Generasi IE9 secara teknis masih menyempurnakan kekurangan yang terdapat pada browser-browser sebelumnya. Performanya semain ditingkatkan de­ngan memanfaatkan resouce tambahan, seperti cadangan dari graphics card. Arsitektur browser lebih aman dengan menjalankan plugin ke dalam proses terpisah. Namun, browser tidak terlindungi dari serangan-serangan yang berkaitan, misalnya pencurian data. Cross Site Scripting berlangsung antara browser dan website. Jangan kaget, jelas Helen J. Wang yang memimpin Browser Project Gazelle di Microsoft. Generasi awal browser tersebut belum dikembangkan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut.
Oleh sebab itu, Gazelle tidak hanya memperhatikan macam-macam bahasa program, melainkan juga sumbernya. Gazelle dapat menjalankan JavaScript dari sebuah website yang terpercaya, seperti http://www.chip.co.id secara normal. Namun, bila script code di-load dari sumber-sumber di luar website CHIP, Gazelle akan menjalankannya dalam proses terpisah dengan hak akses terbatas.
Windows 8 Siap untuk Teknologi Baru
Dengan sistem operasi mendatang ini, Microsoft memiliki kesempatan untuk mengganti sebagian atau seluruh komponen sistem yang tidak aman dan usang. 64 Gantikan 32 bit: Windows 8 hanya akan ditawarkan untuk sistem 64 bit. Versi lain tidak efektif untuk hardware yang modern. Apalagi, software 32 bit masih tetap berjalan secara normal.
EFI Gantikan BIOS: Penerus BIOS, EFI, sudah mendukung sistem 64 bit dari Windows Vista dan Windows 7. Untuk Windows 8, Microsoft memianta produsen hardware agar membuat driver yang kompatibel dengan EFI untuk motherboard mereka.
.NET Gantikan COM: Sampai saat ini, program-program masih menggunakan interface COM untuk berkomunikasi dengan komponen sistem. Aplikasi komponen-komponen yang sensitif, seperti ActiveX, ke dalam .NET Framework mampu meningkatkan keamanan sistem.
MF Gantikan DirectShow: Mulai versi 8, Windows hanya menggunakan Media Foundation (MF) sebagai ganti DirectShow untuk repoduksi multimedia. MF menawarkan stabilitas dan performa yang lebih baik berkat Hardware-Acceleration melalui GPU.
Dari arsitektur ini, Gazelle menjadi seperti sebuah sistem operasi mini. Oleh sebab itu, namanya saat ini disebut ServiceOS. Dengan sistem ini, Gazelle juga dapat menjalankan file-file EXE, yaitu native code, dan juga mengaktifkan hardware eksternal seperti sebuah webcam atau GPS.
INI LAGI TAMBAHAN YANG DITAWARKAN WINDOWS 8:
Konsep keamanan pada Gazelle maju selangkah, namun belum diimplementasikan dalam browser dan belum bisa membuat web menjadi zona yang aman. Arsitektur ini juga dapat diterapkan untuk IE10, tanpa harus menjadikan browser sebagai sistem operasi kedua, seperti yang didesain untuk Gazelle sebenarnya.
Package ManagementCoApp: Tidak ada lagi masalah software
Umumnya, program dikembangkan untuk platform Windows karena sistem operasi ini berjalan pada hampir 95 persen PC yang ada. Walaupun demikian, dukungan software sebenarnya bisa lebih baik, terutama untuk aplikasi-aplikasi open source. Banyak pengembang yang menganggap bahwa program-program yang kebanyakan merupakan open source untuk platform Linux, sulit untuk diporting ke platform Windows. Masalahnya sering terjadi saat software yang telah di-compile hendak menggunakan beberapa fungsi dalam DLL tertentu. Apakah programmer menemukan fungsi tersebut dalam versi yang sesuai pada setiap Windows. Tidak ada yang tahu.
Proyek CoApp dapat mengatasi masalah ini. Programer Microsoft, Garrett Serack, berencana untuk mengembangkan sebuah Packet Manager untuk platform Windows, seperti yang tersedia dalam dunia Linux. CoApp dikembangkan sebagai proyek open source. Menurut Serack, proyek ini baru dapat diaplikasikan dalam satu sampai dua tahun mendatang. Sebenarnya, proyek tersebut dirancang untuk Windows 8, namun juga dapat berjalan pada XP, Vista, dan Windows 7.
Starting point dari CoApp adalah Windows Side by Side (WinSxS). Berkat komponen sistem ini, berbagai versi DLL dapat bekerja sama satu sama lain. Saat sebuah software ter-install, melalui sebuah Manifest, software tersebut dapat menjelaskan versi DLL yang diperlukan. Apabila manifest tidak me­nyediakannya, Windows mengambil DLL versi yang standar.
Akhirnya, CoApp menawarkan sebuah platform untuk meng-compile source code program ke dalam Windows tanpa masalah. Bagi pengguna, ini berarti lebih banyak program open source dalam versi terbaru dan pengguna memiliki modul terpusat sehingga program dapat diaktualkan dengan mudah dan aman.
INI LAGI SAYA TAMBAHAN KEMBALI FITUR YANG AKAN DIUSUNG WINDOWS 8:
Versi Windows mendatang, tidak hanya meng­adaptasi proyek CoApp, melainkan juga diperluas menjadi software komersil. Bisa saja, sistem ini menjadi dasar untuk platform aplikasi sendiri. Sepertinya akan ada banyak lowongan pekerjaan baru. Untuk Windows 8, pada awal tahun, Microsoft mencari programer untuk kembali mengembangkan Update Client. Selanjutnya, Windows 8 akan menyediakan update dari produsen software yang sudah terpercaya, seperti pada driver hardware saat ini. Jadi, lubang keamanan terbaru, misalnya dalam Ado­be Reader, dapat ditutup dengan cepat.
KESIMPULAN: Microsoft mengembangkan sederetan proyek yang diharapkan dapat me­nyempurnakan core Windows agar performanya lebih cepat, serbaguna, dan aman. Itulah yang dijanjikan oleh Windows 8. Kemungkinan, Microsoft ingin membuat sebuah sistem operasi untuk semua platform, mulai dari smartphone sampai dengan komputer desktop
Kemudian, berikut ini saya ambilkan beberapa contoh tampilan Windows 8:
Demikian apa yang bisa saya sharing, semoga bisa bermanfaat bagi pengunjung semua, terima kasih



Categories:

Leave a Reply

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified